Eddy Santana Putra:Program Padat karya Kementrian Perhubungan Bantu Ekonomi Masyarakat

HEADLINESRIWIJAYA.CIM. Lubuklinggau- Program Padat Karya Kementrian Perhubungan menghadirkan Anggota komisi 5 DPR RI, Ir. H. Eddy Santana Putra, M.T.saat melakukan kunjungan kerja ke Bandara Silampari Lubuk Linggau.ESP Nampak kagum dengan kemajuan yang ada di bandara silampari lubuklinggau ini ,pada Jumat (13/11/2020).

Pada saat kunjungannya,ESP berserta rombongan di damping oleh Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Sulaiman Kohar, SH., MH., serta Kepala Bandar Udara Silampari, Dirjen Navigasi Perhubungan Udara  Asri Santosa

Anggota komisi 5 DPR RI Edi Santana Putra (ESP) menyampaikan bahwa program padat karya kementrian perhubungan haruslah melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan bandara silampari, sehingga dengan begitu bisa membantu perekonomian masyarakat yang terdampak covid-19.

“Saat meninjau lahan pembersihan Gulma ESP Sempat berdialog dengan salah satu pekerja yang berasal dari warga setempat sekitar bandara alhamdulillah terlihat masyarakat senang terbantu dgn program ini ,semoga bisa sedikit menambah perekonomian masyarakat yang terdampak covid-19 nantinya” ungkap ESP.

Saya juga berharap semoga vaksin covid ini segera di temukan,terserah mau vaksin merah putih atau vaksin yang lain nya, dunia sekarang tengah berlomba lomba untuk menciptakan vaksin corona akan tetapi kami berharap nya Vaksin merah putih karya anak bangsa yang digunakan nantinya ini sehingga kita bisa kembali normal dan ekonomi bisa berangsur -angsur pulih

Selain itu, ESP juga menyampaikan bahwa saat ini terjadinya penurunan angka penumpang pesawat yang sangat dratis bahkan sekarang tinggal 10% saja akibat pandemi covid-19 ini. Kondisi ini bisa dikatakan sangat-sangat memprihatinkan sekali.

“Saya juga sampaikan kemasyarakat untuk tidak takut naik pesawat  untuk saat ini transportasi yang paling aman adalah transpostasi udara karna mulai dari standar prokes yang super ketat ,Oleh karena itu, saya meminta masyarakat agar tidak takut untuk melakukan perjalanan melalui pesawat karena dipastikan aman dari penyebaran covid-19” terang ESP.

ESP menambahkan sebelum keberangkatan, penumpang harus lakukan rapid test kemudian di bandara, dan juga di pesawat harus menjaga jarak, serta wajib menggunakan masker saat ini juga pesawat menggunakan teknologi Hepafilter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) atau penyaring partikel yang kuat. Sistem ini pun dapat menciptakan udara bersih dalam kabin pesawat kinerja alat ini efektif dengan tingkat 99,9+% menghilangkan partikel seperti virus, bakteri dan jamur sebelum udara kembali didistribusikan (sirkulasi) ke kabin. “Jadi protokol sudah diterapkan dengan baik oleh pihak bandara dan maskapai” tutupnya.(*)