15 Ribu Warga Miskin Tunggu STB Gratis, Pemkab Batanghari Siap Sukseskan Program ASO

Jambi41 views

HEADLINESRIWIJAYA.COM

JAMBI- Pemerintah Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi siap menyukseskan program penghentian siaran TV analog untuk berpindah ke teknologi digital atau  analog switch off (ASO). Batanghari menjadi salah satu kabupaten di

JAMBI- Pemerintah Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi siap menyukseskan program penghentian siaran TV analog untuk berpindah ke teknologi digital atau  analog switch off (ASO). Batanghari menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang terdampak program ASO tahap 1.  Selain Batanghari, daerah di Provinsi Jambi yang siaran TV Analog dihentikan sejak 30 April 2022 lalu adalah Kota Jambi, Muarojambi, dan Sarolangun.  Melalui Dinas Kominfo, Pemkab Batanghari terus menyosialisasikan program ASO ini ke pelosok desa. Selain keunggulan siaran TV digital, Dinas Kominfo Batanghari juga gencar mendata dan mensosialisasikan penggunaan Set Top Box (STB) bagi warganya yang masih menggunakan TV analog (tabung).   Kepala Dinas Koninfo Batanghari, Amir Hamzah mengatakan pihaknya sudah mengusulkan permintaan bantuan STB bagi warga miskin di daerah itu ke Kementerian Kominfo.”Kita sudah mendata masyarakat kurang mampu melalui Dinas Sosial. Sudah kita usulkan 24 ribu STB gratis ke kementerian Kominfo. Alhamdulillah disetujui 15 ribu STB gratis,” katanya kepada Jambione.com, Kamis (9/6).  Menurut Amir, berdasarkan info yang dia pertoleh, pembagian STB gratis bagi keluarga miskin berlangsung dua tahap. Tahap pertama diberikan sebanyak 9.000 unit. Sayangnya sampai hari ini bantuan STB tersebut belum ada kabar. “Katanya bulan lalu (Mei) dikirim 9.000 STB. Tapi sampai dengan saat ini belum ada kabar. Kriteria yang mendapatkan yaitu masyarakat yang hanya memiliki TV analog dan kurang mampu,” jelasnya. Amir mengatakan, Pemkab Batanghari melalui Dinas Kominfo masih terus mensosialisasikan migrasi TV Analog ke TV Digital. Baik turun langsung ke lapangan maupun melalui pemberitaan di media cetak, online dan TV lokal. Dia berharap dengan soasialisasi ini, program ASO di Batanghari berjalan sukses.  Terpisah, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jambi, Asriadi mengaku terus memantau perkembangan program ASO di Provinsi Jambi. Terutama di empat kabupaten-kota yang sudah berlangsung sejak 30 April 2022 lalu. Dari hasil pengecekan lapangan, menurut Asriadi, masih banyak  ditemukan masyarakat yang belum paham mengenai TV digital.

Kanal Berita HOME INDEKS DUNIA NASIONAL DAERAH EKBIS POLITIK HUKRIM RENUNGAN RAMADHAN SPORT PENDIDIKAN HEALTH NEWS MEGAPOLITAN REGIONAL TEKNO FOKUS FEATURES KOLOM ADVERTORIAL Copyright © 2022 Jambione.com Home / TEKNO Jumat, 10/06/2022 – 15:14:02 WIB 15 Ribu Warga Miskin Tunggu STB Gratis, Pemkab Batanghari Siap Sukseskan Program ASO Istimewa Jambione.com, JAMBI- Pemerintah Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi siap menyukseskan program penghentian siaran TV analog untuk berpindah ke teknologi digital atau  analog switch off (ASO). Batanghari menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang terdampak program ASO tahap 1.  Selain Batanghari, daerah di Provinsi Jambi yang siaran TV Analog dihentikan sejak 30 April 2022 lalu adalah Kota Jambi, Muarojambi, dan Sarolangun.  Melalui Dinas Kominfo, Pemkab Batanghari terus menyosialisasikan program ASO ini ke pelosok desa. Selain keunggulan siaran TV digital, Dinas Kominfo Batanghari juga gencar mendata dan mensosialisasikan penggunaan Set Top Box (STB) bagi warganya yang masih menggunakan TV analog (tabung).   Kepala Dinas Koninfo Batanghari, Amir Hamzah mengatakan pihaknya sudah mengusulkan permintaan bantuan STB bagi warga miskin di daerah itu ke Kementerian Kominfo.”Kita sudah mendata masyarakat kurang mampu melalui Dinas Sosial. Sudah kita usulkan 24 ribu STB gratis ke kementerian Kominfo. Alhamdulillah disetujui 15 ribu STB gratis,” katanya kepada Jambione.com, Kamis (9/6).  Menurut Amir, berdasarkan info yang dia pertoleh, pembagian STB gratis bagi keluarga miskin berlangsung dua tahap. Tahap pertama diberikan sebanyak 9.000 unit. Sayangnya sampai hari ini bantuan STB tersebut belum ada kabar. “Katanya bulan lalu (Mei) dikirim 9.000 STB. Tapi sampai dengan saat ini belum ada kabar. Kriteria yang mendapatkan yaitu masyarakat yang hanya memiliki TV analog dan kurang mampu,” jelasnya. Amir mengatakan, Pemkab Batanghari melalui Dinas Kominfo masih terus mensosialisasikan migrasi TV Analog ke TV Digital. Baik turun langsung ke lapangan maupun melalui pemberitaan di media cetak, online dan TV lokal. Dia berharap dengan soasialisasi ini, program ASO di Batanghari berjalan sukses.  Terpisah, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jambi, Asriadi mengaku terus memantau perkembangan program ASO di Provinsi Jambi. Terutama di empat kabupaten-kota yang sudah berlangsung sejak 30 April 2022 lalu. Dari hasil pengecekan lapangan, menurut Asriadi, masih banyak  ditemukan masyarakat yang belum paham mengenai TV digital.  ‘’ Kita sudah turun ke lapangan. Masih banyak masyarakat kurang menerima informasi soal migitasi TV analog ke TV Digital. Oleh sebab itu, KPID mengajak semua pihak meningkatkan koordinasi untuk mensosialisasikan program ini,’’ katanya.  Asriadi juga mengingatkan soal bantuan STB gratis. Menurut dia, dari pantauan dan informasi yang mereka peroleh, bantuan STB untuk warga miskin di Jambi belum juga terealisiasi.  ‘’ Kita minta penyelengga MUX cepat mereasikan bantuan ini. Karena masyarakat sangat menantikannya,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, bantuan STB gratis bagi warga miskin untuk menangkap  siaran TV digital disediakan oleh tujuh stasiun tv dan kominfo. Rinciannya, SCTV menyediakan 1.213.750 STB, Metro TV 704.378 STB, RCTI/ GTV 1.143.121 STB, Trans TV/Trans 7 616.511 STB, RTV 500.000 STB, TV One/ ANTV 149.687 STB, Nusantara TV 3000 STB, dan Kominfo 1.000.0000 STB. Sementara itu, total STB gratis yang akan disalurkan bagi warga miskin di empat daerah terdakpak ASO tahap I di Jambi sebanyak 39.555 unit. Rinciannya Batanghari 9.311 STB, Muarojambi 8.420 STB, Kota Jambi 13.201 STB, dan Sarolangun 8.623 STB. Menurut Asriadi, untuk menyukseskan program ASO ini ada lima komponen yang harus saling mendukungan. Pertama,  pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah harus gencar melakukan sosialiasi dan mentyiapkan infrastruktur pendukung siaran TV digital.  Diantaranya menyediakan tower transmisi sinyal digital. Kemudian, komponen kedua adalah Penyelenggara multiplexing (atau Penyelenggara MUX). Asriadi mengatakan, peran para penyelenggara MUX ini sangat krusial untuk menentukan sukses tidaknya program ASO. Karena mereka yang menyiapkan infrastrutur tower atau jaringan transmisi. Di Jambi misalnya, penyeneggara MUX harus menyiapkan tower (jaringan ) di lima zona penyiaran. Mengapa diperlukan multiflexing? Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik. Contoh aplikasi dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh, baik yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio).    Lalu, komponen ke empat, kata Asriadi adalah masyarakat. Untguk menyukses program ASO ini, masyarakat juga harus pro aktif mencari informasi dan ikut beralih ke siaran TV Digital. ‘’Dan komponen ke lima adalah KPID. Karena KPID punya kepentingan dengan isi siaran dan keberlangsuan lembaga penyiaran. Kalau tidak ada lagi siaran, apa yang akan diawasi KPID. Makanya, kita ikut mengambil peran untuk menyuskseskan program ASO ini,’’ pungkasnya. (*)