SKK Migas dan Polda Sumatera Selatan Perkuat Sinergi Pengamanan Hulu Migas, Dorong Peningkatan Lifting Nasiona

Palembang,  – Suasana Ruang Delegasi Lantai 2 Mapolda Sumatera Selatan tampak berbeda pada Senin siang. Sejumlah pejabat dari sektor energi dan jajaran kepolisian duduk bersama membahas strategi penguatan pengamanan industri hulu minyak dan gas (migas) guna menjaga stabilitas produksi serta mendorong peningkatan lifting nasional, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel dan dihadiri Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Yunianto, bersama jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta perwakilan perusahaan migas yang beroperasi di wilayah Sumbagsel.

Dari unsur kepolisian hadir sejumlah pejabat utama Polda Sumsel, antara lain Karo Ops, Dirreskrimsus, Kabid Kum, dan Kabid Propam. Sementara dari pihak eksternal turut hadir Komjen Pol. Rudy Sufahriadi selaku Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Permasalahan Hukum sekaligus Ketua Tim Pelaksana Teknis Penyelenggaraan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BKU, Nanang Abdul Manaf (Staf Khusus Menteri ESDM sekaligus Ketua Satgas Lifting), Muhammad Iksan Kiat (Tenaga Ahli Menteri ESDM), Ariana Soemanto (Direktur Pembinaan Hulu Migas KESDM), serta jajaran manajemen dari Pertamina Hulu Rokan dan Medco E&P.
Pertemuan ini menitikberatkan pada penguatan koordinasi dan sinergi dalam mendukung kelancaran operasional industri hulu migas. Sumatera Selatan sebagai salah satu penopang produksi migas nasional dinilai membutuhkan dukungan keamanan dan kepastian hukum yang optimal.
Isu pengamanan objek vital nasional (obvitnas) menjadi salah satu fokus utama. Infrastruktur hulu migas, mulai dari sumur produksi, fasilitas pengolahan, hingga jalur distribusi, merupakan aset strategis negara yang harus dijaga dari potensi gangguan.
Selain itu, dibahas pula percepatan penyelesaian berbagai potensi permasalahan hukum di lapangan. Pendekatan preventif dan kolaboratif diharapkan mampu meminimalkan hambatan operasional maupun gesekan sosial yang dapat berdampak terhadap target lifting nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel menegaskan komitmen institusinya untuk mendukung penuh kegiatan strategis nasional di sektor energi. Dukungan diwujudkan melalui langkah pengamanan yang profesional, proporsional, dan humanis, dengan mengedepankan koordinasi lintas sektoral.
Bagi SKK Migas dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), stabilitas keamanan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan investasi serta optimalisasi program pengeboran, workover, dan pengembangan lapangan migas di wilayah Sumbagsel.
Sinergi ini menegaskan bahwa menjaga ketahanan energi nasional bukan hanya tanggung jawab operator dan regulator, tetapi juga memerlukan soliditas aparat penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan agar produksi migas tetap terjaga demi kepentingan bangsa.(ry)

Editor: Heri chaniago