HEADLINESRIWIJAYA.COM
PALUPUH—Heboh, ratusan siswa termasuk, pendidik. Ibu Hamil dan Balita keranunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di kecamatan Palupuh, kabupaten Agam Sumatera Barat sejak beberapa hari belakangan. Para korban yang mengalami muntah, pusing dan mencret dilarikan ke Puskesmas terdekat dank Rumah Sakit di Bukittinggi.
Menanggapi musibah tersebut Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Mhd. Lutfi AR, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. H. Hendri Rusdian, BINDA Bukittinggi/Agam Frandika, Balai POM Payakumbuh, Kapolsek Palupuh IPTU M. Raufuddin Silitonga, Sekcam Palupuh Rabain, Personel Koramil Palupuh, Koordinator BGN Kecamatan Palupuh Rezki Ferman, Kepala SPPG Palupuh Wahyu, Pihak Yayasan Affa Adicitta, Yunika Fernandez serta personel Polsek Palupuh, mengunjungi pasien yang diduga keracunan MBG di Puskesmas Palupuh. (2/9/26).
Kedatangan orang nomor dua di Agam ini bersama rombongan terkait penanggulangan dan pengecekan terkait adanya dugaan gangguan kesehatan/keracunan makanan yang dialami penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diduga setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh SPPG Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.
Berdasarkan informasi sementara, keluhan kesehatan mulai dirasakan oleh penerima manfaat pada hari Senin tanggal 31 Agustus 2026 sore hari, setelah sebelumnya menerima dan mengonsumsi makanan program MBG.
Sampai dengan hari Rabu tanggal 02 September 2026, tercatat sementara sekitar 280 orang penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan berupa sakit kepala, sakit perut, mual dan demam yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA serta guru. Jumlah data akuratnya masih menantikan informasi dari kepala puskesmas Palupuh, Diva Riza)
Dari jumlah tersebut, 2 (dua) orang penerima manfaat telah dirujuk ke RSUD Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Dalam rangka penanggulangan dan pengecekan kondisi penerima manfaat, Wakil Bupati Agam bersama rombongan melakukan pengecekan di Puskesmas Palupuh serta dapur SPPG Pasia Laweh, guna memperoleh informasi awal terkait proses pengolahan dan penyediaan makanan MBG.
Sampel makanan dari SPPG Pasia Laweh telah diambil oleh pihak terkait untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Balai POM Sumatera Barat. Sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium tersebut.
Sebagai langkah penanggulangan sementara, Bupati Agam melalui Wakil Bupati Agam menginstruksikan aktivitas operasional/pengolahan dan pendistribusian makanan pada dapur SPPG Pasia Laweh dihentikan sementara sampai dengan keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai POM Sumatera Barat.
Penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dan untuk memastikan keamanan makanan yang akan diberikan kepada penerima manfaat, serta bukan merupakan kesimpulan bahwa makanan SPPG telah terbukti menjadi penyebab gangguan kesehatan.
“Harapan kita, kedepannya hal ini jangan terulang kembali, tentu harus diperhatikan kebersihannya, sistim pengolahan sampai ke sistem pendistribusiannya. Itu harus diperhatikan semua, insyaallah tidak akan terjadi kerancuan, dan pengawasan harus diperketat.” ungkap Wakil Bupati Agam M. Iqbal menjawab awak media.( Iing/Ridwan).






