Polres Bukittinggi Ungkap Kasus Peredaran Narkoba 41.4 Kilogram

Headlinesriwijaya.com
Bukittinggi.–Kapolda Sumbar Irjen .Teddy Minahasa,mengatakan,Kepolisian Resort Bukittinggi dibantu personel Polda Sumbar,  berhasil mengungkap peredaran sabu-sabu dengan jumlah besar dengan total mencapai 41,4 kilogram.

Hal itu disampikan Kaplda ketika jumpa pers dengan awak Media Sabtu 21/05/2022 di Mapolres Bukitringgin dan menjelaskan,Dalam kasus ini Polres Bukittinggi menetapkan 8 tersangka dalam kejahatan luar biasa ini.

Kasus ini terungkap dalam operasi senyap yang digelar selama tiga hari di beberapa lokasi terpisah. Namun, barang bukti terbesar ditemukan dikubur di bawah tanah sebuah rumah yang ada di kawasan Bangkaweh, Kecamatan Banuhampu.

“sabu-sabu itu dikirim oleh seorang bandar yang kini berstatus buron untuk dikirim Pulau Jawa, termasuk diedarkan di sekitaran wilayah hukum Polres Bukittinggi. Tak tanggung-tanggung, total ada 20 personel kepolisian yang diterjunkan memburu para tersangka.”ujar Kapolda

Lebih lanjut, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa
menyebut pihaknya menyampaikan kebanggaan dan penghargaan setinggi-tingginya Kapolres Bukittinggi beserta jajaran yang berhasil mengungkap kasus ini.

“Berdasarkan data di Polda Sumbar ini merupakan pengungkapan narkotika jenis sabu ilegal terbesar,” jelas Kapolda.

Tersangka yang ditangkap masing-masing bernama Adi, 24 tahun, Febri, 20 tahun, Baron, 27 tahun, Wan, 37 tahun, Arif, 34 tahun, Arif, 29 tahun, Fadil, 25 tahun, dan Jalu, 39 tahun.

Total 41,4 kilogram ini bernilai Rp 62,1 miliar. Artiny ada 414 ribu jiwa terselamatkan jika diestimasi 1 gram dikonsumsi oleh 10 orang

Irjen Pol Teddy menegaskan pelaku akan diancam dengan UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman dari para tersangka akan dikategorikan sesuai keterlibatannya dalam kasus ini.

“Untuk pengedar sebagaimana 114 ayat (2) di atas 1 kilogram ancaman hukumannya bisa pidana mati, seumur hidup atau sekurang-kurangnya 20 tahun penjara,” tegasnya.

Ditambahkan Kapolda Teddy, menurut data analisis dan evaluasi Polda Sumbar tahun 2021 penyalahgunaan narkoba masuk 5 kejahatan terbesar dengan total 1043 kasus, diikuti curat 686 sebanyak kasus, curanmor total 494 kasus, penggelapan sebanyak 372 kasus, dan anirat 314 kasus. (anasrul )