Peringati HKN ke-62, Pemko Bukittinggi Perkuat Layanan Kesehatan Berkualitas dan Profesional

Anggaran Kesehatan Capai Rp162 Miliar, Kolaborasi Lintas Sektor dan Inovasi Pelayanan Terus Didorong

BUKITTINGGI, Headlinesriwijaya.com – Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 yang dibuka Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, STP, mewakili Wali Kota Bukittinggi, di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi.

Peringatan HKN tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem kesehatan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan medis, Pemko Bukittinggi juga mendorong penguatan pencegahan penyakit, peningkatan kesadaran hidup sehat, serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan.

Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur tenaga dan institusi kesehatan. Acara diawali penampilan Tari Pasambahan oleh siswa SMK Kesehatan GENUS Bukittinggi sebagai bentuk penyambutan sekaligus upaya melestarikan budaya Minangkabau.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), para direktur rumah sakit, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi, pimpinan perguruan tinggi, Forum Kota Sehat, serta perwakilan berbagai institusi dan tenaga kesehatan.

Turut hadir Ketua Yayasan Leny Masrizawati, SH, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran, serta perwakilan SMK Kesehatan GENUS Bukittinggi. Kepala sekolah Dr. H. Defi Endri, MM, M.Pd, diwakili Meswadi Hendra, JF.IB, selaku Koordinator Yayasan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan senam bersama yang melibatkan insan kesehatan. Kegiatan ini menjadi simbol pentingnya membudayakan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik secara teratur, sekaligus mempererat kebersamaan di antara para pelaku pelayanan kesehatan di Kota Bukittinggi.

Anggaran Kesehatan Rp162 Miliar, Komitmen Pelayanan Terus Diperkuat
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis menyampaikan bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut, menurutnya, tercermin dari dukungan anggaran kesehatan yang disebut mencapai Rp162 miliar. Dukungan anggaran ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pelayanan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.

Namun, besarnya anggaran perlu diiringi dengan peningkatan mutu pelayanan dan tata kelola yang baik. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, aman, ramah, dan sesuai dengan kebutuhan medis.

Karena itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Bukittinggi, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga fasilitas rujukan, diharapkan terus melakukan pembenahan dan meningkatkan standar pelayanan.

Profesionalisme tenaga kesehatan, transparansi pelayanan, koordinasi antarfasilitas, serta keselamatan pasien menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan daerah.

Pemko Bukittinggi berharap dukungan anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan dan memastikan pelayanan dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Perkuat Kolaborasi untuk Menekan Stunting
Selain peningkatan pelayanan, penanganan stunting menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan kesehatan di Bukittinggi.

Ibnu Asis mengingatkan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Upaya pencegahan harus dimulai sejak dini melalui edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan anak, penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan pemahaman keluarga mengenai pola hidup sehat.

Pendekatan promotif dan preventif juga perlu terus diperluas agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sebelum penyakit muncul.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala, deteksi dini, pemenuhan gizi seimbang, serta aktivitas fisik yang teratur menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemko Bukittinggi berharap berbagai tantangan kesehatan dapat ditangani secara lebih terpadu sehingga kualitas hidup masyarakat dan tumbuh kembang generasi penerus semakin baik.

Dorong Inovasi Digital, Pelayanan Kesehatan Lebih Mudah dan Cepat
Pemko Bukittinggi juga mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan.

Perkembangan teknologi dinilai membuka peluang untuk menyederhanakan prosedur, mempercepat proses pelayanan, dan memudahkan masyarakat memperoleh informasi maupun akses terhadap fasilitas kesehatan.

Digitalisasi pelayanan diharapkan dapat mengurangi tahapan birokrasi yang tidak diperlukan, sekaligus memperkuat koordinasi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan layanan rujukan.

Penerapan teknologi tersebut tetap harus memperhatikan standar medis, keselamatan pasien, kerahasiaan informasi, serta perlindungan data pribadi masyarakat.
Di sisi lain, peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi faktor penting. Tenaga medis dan tenaga kesehatan dituntut terus mengembangkan kemampuan, menjaga etika profesi, serta memberikan pelayanan dengan sikap ramah, empati, dan mengutamakan kepentingan pasien.
Dengan perpaduan inovasi teknologi, kompetensi tenaga kesehatan, dan tata kelola pelayanan yang baik, peningkatan kualitas layanan diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

HKN ke-62, Momentum Memperkuat Pengabdian kepada Masyarakat
Peringatan HKN ke-62 di Kota Bukittinggi menjadi pengingat bahwa pembangunan kesehatan bukan sekadar penyediaan fasilitas dan anggaran, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kehadiran organisasi profesi, rumah sakit, perguruan tinggi, PMI, Forum Kota Sehat, serta berbagai institusi kesehatan menunjukkan pentingnya membangun kebersamaan dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin beragam.
Melalui momentum ini, seluruh insan kesehatan diharapkan semakin memperkuat dedikasi, profesionalisme, dan koordinasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pemko Bukittinggi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kesehatan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik teratur, serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Dengan dukungan anggaran, kolaborasi lintas sektor, penguatan pencegahan penyakit, dan pemanfaatan teknologi, pembangunan kesehatan di Bukittinggi diharapkan semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Peringatan HKN ke-62 bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan masyarakat.
(JM/RDW)