Pemkab Muba Gandeng SKK Migas dan KKKS, Perkuat Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Sektor Migas

HEADLINESRIWIJAYA.COM.

PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus memperkuat sinergi dengan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Muba menggelar kunjungan kerja strategis ke SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor migas.

FotoKepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP, didampingi Kabid Hubungan Industrial Faezal Pratama dan staf Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Thomas.
Di SKK Migas Sumbagsel

Kunjungan dipimpin Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP, didampingi Kabid Hubungan Industrial Faezal Pratama dan staf Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Thomas.
Di SKK Migas Sumbagsel, rombongan diterima Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi, Syafei. Dalam pertemuan tersebut, Disnakertrans Muba menyampaikan surat usulan kerja sama dari Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet terkait program pemagangan dan penyerapan tenaga kerja bagi lulusan PPSDM Migas Cepu.
Selain membahas peningkatan kualitas SDM, kedua pihak juga berdiskusi mengenai implementasi regulasi ketenagakerjaan agar penyerapan tenaga kerja berlangsung secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.
“Kami mengajak seluruh KKKS di wilayah Muba bersama-sama mengimplementasikan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyerapan Tenaga Kerja Lokal. Langkah ini juga sejalan dengan Perpres Nomor 57 Tahun 2023 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan dan Permenaker Nomor 18 Tahun 2024 mengenai Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri,” ujar Sinulingga.
Ia berharap SKK Migas dapat mendukung sosialisasi regulasi tersebut kepada seluruh KKKS sehingga sistem pelaporan lowongan kerja melalui Disnakertrans Muba dapat berjalan lebih efektif.
Menanggapi hal itu, Syafei menyatakan SKK Migas Sumbagsel siap mendukung program pemagangan dan penyerapan tenaga kerja lokal serta membantu menyosialisasikan regulasi ketenagakerjaan kepada seluruh KKKS di wilayah kerja Sumbagsel.
Usai dari SKK Migas, rombongan melanjutkan kunjungan ke PT Ginting Jaya Energi. Di perusahaan tersebut, Disnakertrans Muba memberikan apresiasi karena telah mempekerjakan tiga lulusan PPSDM Migas Cepu di berbagai bidang operasional.
“Ini merupakan bentuk sinergi yang kami harapkan. Lulusan PPSDM Migas Cepu asal Muba kini memiliki kesempatan memperoleh pengalaman kerja di industri migas. Kami juga menyerahkan data lulusan terbaru untuk dapat diprioritaskan dalam program pemagangan berikutnya,” kata Sinulingga.
Sementara itu, HRD Manager PT Ginting Jaya Energi, Febrina Eswandy, menyambut baik inisiatif Pemkab Muba dan menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendukung penyerapan tenaga kerja lokal.
Menurutnya, surat usulan kerja sama dari Bupati Muba telah diterima dan akan menjadi dasar pengembangan program pemagangan sesuai kebutuhan operasional perusahaan.
“Kami akan berupaya memperluas kesempatan pemagangan dan penyerapan tenaga kerja bagi lulusan PPSDM Migas Cepu. Program ini juga akan kami bahas bersama Pertamina dan SKK Migas agar dapat menjadi salah satu program prioritas dalam mendukung pengurangan angka pengangguran,” ujar Febrina.
Melalui kolaborasi antara Pemkab Muba, SKK Migas Sumbagsel, dan para operator migas, diharapkan tercipta ekosistem industri yang sehat, patuh terhadap regulasi, serta mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(*)

Editor : Heri chaniago