HEADLINESRIWIJAYA.COM
LUBUKLINGGAU– Saat ini Objek Wisata Bukit Sulap di Kota Lubuklinggau sepi pengunjung. Objek wisata kebanggaan masyarakat Lubuklinggau itu kondisinya tidak terawat semenjak pandemi Covid-19 dua tahun terakhir.
Rumput-rumput tinggi terlihat menutupi taman-taman yang dulu selalu dijadikan tempat berswafoto di lokasi Bukit Sulap. Bahkan tempat air mancur yang terdapat patung Dayang Torek saat ini dipenuhi oleh lumut dan nampak sekali sudah sangat lama tidak pernah dibersihkan.
Tempat parkiran kendaraan roda empat dan roda dua yang dulu selalu ramai oleh pengunjung kini terlihat sepi, hanya terlihat beberapa pengunjung saja.
Ari Penjaga Wisata Bukit Sulap mengatakan meski akhir kondisi akhir pekan pengunjung Objek Wisata Sulap selalu sepi pengunjung. “Pengunjung hanya satu dua orang, bahkan kadang khusus hari-hari biasa kadang tidak ada pengunjung sama sekali,” kata Ari pada wartawan.
Termasuk akhir pekan pengunjung juga sepi, bahkan meski hari Sabtu dan Minggu pengunjung juga tidak mengalami lonjakan sama sekali. “Paling 50 orang paling ramai 100 orang, itu pun bila ada pengunjung dari luar daerah seperti pengunjung Bengkulu dan Jambi yang sengaja datang untuk berwisata,” paparnya.
Diperparah kondisi Bukit Sulap saat ini tidak bersih dulu lagi, sudah empat bulan terakhir rumput-rumput di lereng bukit sulap dan taman-taman tidak pernah dibersihkan. “Semenjak empat bulan terakhir tidak dibersihkan sama sekali, biasanya satu bulan sekali petugas DLH datang membersihkan rumput, sekarang tidak ada lagi, kami tidak tahu, kami hanya jaga saja,” ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur PT Linggau Bisa Eddy Saputra melalui General Manager PT Linggau Bisa, Hensen mengatakan memprediksi angka kunjungan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan ramai. Karena PPKM Level 3 yang selama ini membuat semua pelaku usaha wisata menjadi gusar akhirnya tidak terjadi.
“Karena kita sebagai pendukung program Ayo Ngelong ke Lubuklinggau, 23323 itu mulai bergeliatnya orang -orang untuk berwisata,” ungkap Hensen.
Hensen mengatakan dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pihaknya sudah menyediakan Chamber tempat cuci tangan, sosial distance di berbagai tempat dan hand sanitizer yang ditempatkan di beberapa titik.
Termasuk pengamanan pada saat Nataru nanti pihkanya sudah berkoordinasi dengan Polsek Lubuklinggau Selatan dan Satlantas Polres Lubuklinggau untuk melakukan pengaman lalu lintas. “Pengunjung setiap hari bisa mencapai 50 orang perhari, khusus untuk weekend kadang ada peningkatan sampai 200 pengunjung,” ujarnya.
Menurut Hensen meski belum masuk waktu liburan geliat masyarakat untuk berlibur sudah terlihat, kemarin datang dua bus wisatawan asal Lahat sengaja berkunjung ke Objek Wisata Bukit Sulap dan Air Terjun Temam. “Ini menandakan orang sudah nyaman untuk berlibur saat ini, meski waktu liburan belum tiba,” ungkapnya.
Bahkan diprediksi saat Nataru nanti akan seperti tahun-tahun sebelumnya, khusus akhir pekan bisa dikisaran 7.000-10.000 pengunjung, walau pun saat ini banyak objek wisata baru dan tempat kuliner baru di Kota Lubuklinggau. “Sebagai upaya kita sudah berupaya mengoptimalkan sejak beberapa waktu lalu, kita sudah perbaiki tempat, jalan, pedestrian dan tempat parkir, serta WC,” tutupnya. (*)






