Dari Sampah Menjadi Berkah, Warga Kenali Asam Atas Belajar Mengelola Bank Sampah

HEADLINESRIWIJAYA.COM

JAMBI – Bagi sebagian orang, sampah rumah tangga mungkin hanya sesuatu yang harus segera dibuang. Namun, bagi warga Kelurahan Kenali Asam Atas, Kota Jambi, sampah mulai dipandang dengan cara berbeda.

Botol plastik, kardus, kertas, hingga berbagai jenis sampah rumah tangga yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan, kini memiliki peluang untuk dipilah, dikumpulkan, dikelola, bahkan menghasilkan nilai ekonomi.

Perubahan cara pandang itu menjadi bagian dari upaya penguatan Bank Sampah KITA di Kelurahan Kenali Asam Atas. Salah satunya melalui pelatihan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Kenali Asam Atas, Rabu (9/9).

Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas pengurus Bank Sampah KITA, kader PKK, dan BKMT mengikuti pelatihan bertema “Kenali, Pilah, Kelola, Berdaya untuk Lingkungan yang Berkelanjutan” yang digagas Pertamina EP (PEP) Jambi Field.

Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan sehari. Ada pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk nmembangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah, dimulai dari rumah.

Mulai dari memilah sampah berdasarkan jenisnya, menimbang, mencatat transaksi, menyimpan hingga mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seluruh proses diperkenalkan kepada peserta.

Ketua Bank Sampah KITA, Jumairi, mengatakan pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi pengurus mengenai teknis pendirian sekaligus pengelolaan bank sampah yang efektif dan efisien.

“Terima kasih kepada Pertamina yang sudah melaksanakan pelatihan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami selaku pengurus Bank Sampah KITA. Kami mendapat banyak pengetahuan tentang teknis pendirian dan pengelolaan bank sampah, termasuk edukasi mengenai pemilahan sampah,” ujar Jumairi.

Pengetahuan tersebut, kata dia, menjadi modal bagi pengurus untuk mengembangkan Bank Sampah KITA agar dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mengubah Cara Pandang terhadap Sampah

Keberadaan bank sampah tidak hanya berbicara tentang tempat untuk mengumpulkan sampah. Lebih jauh, keberhasilannya bergantung pada kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

Sampah yang sudah dipilah akan lebih mudah dikelola dan memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali. Di sinilah perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pengelolaan sampah dari Dosen Teknik Lingkungan Universitas Batanghari Jambi, Ir Endi Adriansyah, ST, MT.

Peserta tidak hanya menerima materi. Diskusi interaktif dan simulasi operasional bank sampah juga menjadi bagian dari kegiatan.

Materi yang diberikan mencakup klasifikasi dan pemilahan sampah, penimbangan, pencatatan transaksi, penyimpanan hingga pengenalan sistem tabungan sampah.

Dengan sistem tersebut, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat memiliki nilai ekonomi ketika dikelola dengan benar.

Lurah Kenali Asam Atas, Budi Prasetiyono, mengatakan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama karena dampaknya berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat dipilah, dikumpulkan, dimanfaatkan dan bahkan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Menurut Budi, tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan memilah sampah, kata dia, perlu dimulai dari rumah dan dilakukan secara konsisten.

“Keberhasilan bank sampah dapat dilihat dari bagaimana kegiatan tersebut berjalan secara rutin dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Bukan Sekadar Mengumpulkan Sampah

Bagi Pertamina EP Jambi Field, penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

PEP Jambi Field Manager, Kurniawan Triyo Widodo, mengatakan Bank Sampah KITA diharapkan tidak hanya berperan mengurangi sampah yang berakhir di lingkungan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar aktivitas mengumpulkan sampah, tetapi kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri, tertib dan berkelanjutan. Ketika masyarakat memahami cara memilah, mengelola dan melihat nilai ekonominya, sampah dapat berubah dari persoalan menjadi peluang,” kata Kurniawan.

Karena itu, penguatan kapasitas pengurus menjadi penting. Bank sampah membutuhkan sistem operasional yang jelas agar dapat berkembang dan berjalan seiring dengan meningkatnya partisipasi masyarakat.

“Keberlanjutan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Karena itu, kami mendorong agar pengetahuan dari pelatihan ini diterapkan mulai dari rumah, kemudian diperkuat melalui sistem bank sampah yang transparan, tertib dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.

Pertamina EP Jambi Field, yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1, terus mendorong Kelurahan Kenali Asam Atas menjadi salah satu contoh penerapan pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) Pengelolaan Sampah Terpadu di wilayah operasi perusahaan.

Ke depan, penguatan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang menjadi nasabah aktif, memperbesar volume sampah terpilah yang memiliki nilai ekonomi, serta membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Pada akhirnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari seberapa banyak sampah yang terkumpul.

Lebih dari itu, perubahan terjadi ketika warga mulai melihat sampah dengan cara berbeda: memilah sebelum membuang, mengelola sebelum menjadi masalah, dan mengubah sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi peluang.

Dari rumah-rumah warga Kenali Asam Atas, perubahan kecil itu diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan. Dari kebiasaan, lahir lingkungan yang lebih bersih. Dan dari sampah yang terpilah, terbuka pula peluang ekonomi bagi masyarakat.(*)

Editor: Heri Chaniago