Belum Sudah Kisruh Longsor Maut PETI di Sarolangun, Kini Muncul Diduga Nama Jimi Bos Alat Berat di Desa Manggis

HEADLINESRIWIJAYA.COM

Jambi — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun kembali menuai sorotan publik. Pasalnya, pada Selasa malam, 20 Januari 2025, dilaporkan terjadi peristiwa longsor di lokasi PETI yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Aktivitas PETI di Kabupaten Sarolangun sejatinya bukan lagi menjadi rahasia umum. Praktik penambangan ilegal tersebut telah berlangsung lama dan kerap dikeluhkan masyarakat karena dampak lingkungan serta potensi ancaman keselamatan jiwa.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan tim awak media beberapa waktu lalu, terungkap sejumlah nama yang diduga terlibat sebagai pemain dalam aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah tersebut.

Salah satu nama yang mencuat adalah seseorang yang diduga sebagai “big bos” PETI, berinisial Jimi, yang beroperasi di wilayah Desa Manggis, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Menurut informasi yang dihimpun tim investigasi, Jimi disebut-sebut merupakan warga asli Batang Asai, Padang Jering, Kabupaten Sarolangun.

“Jimi orang Batang Asai, orang Padang Jering,” ujar sumber dari tim investigasi awak media.

Tak hanya itu, berdasarkan dokumentasi yang dilaporkan ke redaksi, Jimi juga diduga memiliki empat unit alat berat jenis ekskavator merek Hitachi yang digunakan untuk mengoperasikan aktivitas PETI.

“Dia punya alat empat unit ekskavator merek Hitachi,” ungkap tim investigasi.

Guna memenuhi prinsip keberimbangan berita sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, redaksi awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan melalui nomor kontak 0822-24**-92**. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Redaksi dan awak media membuka ruang hak jawab dan koreksi apabila terdapat kekeliruan dalam pemberitaan ini, sebagaimana diatur dalam 11 Pasal Kode Etik Jurnalistik yang berlaku.
(Amri)

Berita Pilihan