Headlinesriwijaya.com
Bukittinggi, Pemerintah
Kota Bukittinggi sejak tahun 2020 lalu, telah menyalurkan bantuan sosial program sembako atau BPNT hingga saat ini. Sefangkan bantuan sosial PKH, telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Kedua jenis bantuan itu, merupakan program dari Kementrian Sosial.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menjelaskan, bantuan program sembako dan PKH, merupakan bantuan yang diberikan pemerintah untuk menstimulus masyarakat penerima, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga bantuan tersebut, secara bertahap dapat danat lebih baik di masa yang akan meringankan beban masyarakat untuk
dapat lebih baik di masa yang akan datang.
“Untuk itu, bantuan ini seharunay dapat lebih menyebar kepada masyarkat kita yang membutuhkan. Namun, hingga saat ini, masih ada keluarga penerima manfaat (KPM) yangtelah menerima bantuan lebih dari lima tahun berturut-turut. Ini tentu harus ada evaluasi,” ungkap Erman, saat penyerahan bantuan di balairung rumah dinas wako, Rabu (10/05/2023)
Wali Kota Bukittinggi mengaku akan terus melakukan evaluasi terhadap Kader PSM dan juga mengevaluasi masyarakat penerima bantuan. Karena, bantuan yang diberikan pemerintah pusat, sedianya, dapat diberikan kepada merkea yang benar- benar membutuhkan.
“Jatahnya 10 juta orang se Indonesia. Kondisi sat ini, masih banyak saudara kita yang lain yang butuh bantuan, tapi tidak pernah dapat. Sementara, masih ada warga penerima bantuan yang bertahun-tahun masih menerima. Berarti, tujuan bantuan ini menstimulus ekonomi dan kesejahteraan warga, belum berjalan maksimal,” lanjutnya.
Wako berharap, bantuan yang diberikan, dapat dimanfatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Selain itu, dengan jumlah yang bervariasi untuk penerima PKH, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
( anasrul )






