Festival Kuliner Peringati 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi Ludes Disantap Ribuan Pengunjung

HEADLINESRIWIJAYA.COM

Bukittinggi—Peringatan 100 tahun  berdirinya Jam Gadang yang dimeriah dengan berbagai kegiatan, puncaknya ditandai dengan membludaknya para pengunjung dari berbagai arah dengan daerah berbeda memadati kawasan pedestrian Jam Gadang untuk mencicipi kuliner tradisional gratis, Minggu  21 Juni 2026.

Pengunjung berbondong-bondong menuju kawasan festival kuliner yang digelar di pedestrian  jam gadang sejak pagi hari tidak hanya warga kota, tapi juga dari berbagai pelosok bahkan dari luar provinsi Sumatera Barat.

“Kami tahu kegiatan peringatan 100 tahun jam gadang ini dari pemberitaan media, tiktok dan media  social lainnya, yang dimulai sejak 13 Juni lalu.Dan kami sudah  berniat menghadirinya pada acara penutupan sekaligus untuk menikmati makan gratis bergizi. Itulah mangkanya kami datang hari ini,” ujar Lisa  pengunjung yang mengaku datang dari Ampek, Agam dari pagi.

“Alhamdulillah setelah antrian ditengah penuh sesak, kami dapat juga mencicipi kuliner tradisional Onde-onde, Pisang Panggang dan  Kampiun tanpa harus menunjukkan kartu tanda penduduk dan tanpa daftar,” ujarnya.

Selain itu juga ada kuliner tradisional seperti dari Teh Talua, Lamang Tapai, Pical Sikai, Kapau, Lamang Fla Durian,  Soto Padang, Bubua Samba Sianok, Kue Mangkuak, Mie Tahu, Gorengan hingga Roti Goreng, namun kuliner katanya disajikan 20 ribu porsi ludes dalam waktu sekejab ditengah pengunjung semakin banyak memadati kawasan pedestrian jam gadang.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Numatias sempat terdesak ketika meninjau festifal kuliner, sehingga tak dapat berlama lama menyaksikan programnya yang sukses itu. .

Kepada awak media dan masyasarakat Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatis menyampaikan, Festival Kuliner Tradisional ini, diselenggarakan Pemerintah Kota Bukittinggi, didukung sejumlah donatur. Sehingga pendanaan makanan yang disediakan, tidak menyedot dana APBD.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Festival Kuliner Tradisional Gratis menjadi wujud kebersamaan masyarakat dalam merayakan satu abad Jam Gadang.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk menikmati perayaan dengan tertib, saling berbagi dan mengedepankan rasa solidaritas. Menurutnya, seluruh makanan yang disajikan berasal dari dukungan para donatur yang langsung disalurkan kepada penyedia dan pelaku UMKM, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Kegiatan ini dari kita untuk kita. Yang dibutuhkan adalah solidaritas, kepedulian, semangat berbagi dan kesabaran. Alhamdulillah, dari target awal 20 ribu porsi, yang tersedia mencapai 41.790 porsi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, pelaku usaha dan perantau yang telah mendukung sehingga masyarakat dapat menikmati kuliner tradisional secara gratis,” ujarnya.

Wako menambahkan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui budaya, kuliner dan kebersamaan.(Ridwan).