Trenggalek,Jatim– Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin berupaya mewujudkan 100 desa wisata selama dirinya menjabat sebagai Bupati Trenggalek. Untuk merealisasikan target tersebut, Bupati Arifin meminta pada tiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) menjadi pengampu untuk 1 desa wisata.
“Kita menginginkan setiap OPD nanti minimal mengampu atau mengadopsi 1 desa wisata,” Tutur Arifin di Gedung Balai Benih Ikan Trenggalek,
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Sunyoto melalui Kepala Bidang Destinasi Wisata
Tony Widianto memaparkan cara Bupati Arifin dalam mewujudkan 100 desa wisata.
Menurut Kepala Bidang Destinasi wisata Bapak Toni Widianto, Bupati Trenggalek Arifin menargetkan minimal tercipta 35 desa wisata per tahun. Yaitu tahun pertama ini diciptakan 35 desa wisata terlebih dulu, dan nanti di tahun kedua 35 dan di tahun ketiga 30 desa wisata
Pembentukan 35 desa wisata di tahun pertama didasarkan pada potensi, daya tarik destinasi wisata, dan sebaran wilayah desa wisata yang merata. Tujuannya untuk membentuk pola perjalanan wisata dalam satu wilayah kecamatan.
“Jika berjauhan itu akan susah membentuk paket perjalanan wisata. Nah, kami mulai dari yang paling berdekatan dulu,” Kata Tony
Dalam upaya menciptakan desa wisata ini, Anggota Bidang Destinasi Wisata juga melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah desa, pegiat wisata, tokoh masyarakat, dan siapa pun yang memiliki kepedulian dengan pengembangan wisata.
“Meski demikian, pengembangan desa wisata itu nanti tergantung dari kondisi masing-masing desa wisata, mulai dari daya tarik desa wisata, kemudian kelembagaan, dan komitmen,” ujar tony
Sementara terkait permintaan bupati agar tiap OPD menjadi pengampu satu desa wisata, Tony menjelaskan, bahwa hal itu dilakukan untuk memberikan kelonggaran pada tiap OPD agar bisa memunculkan ide kreatif tentang penciptaan 100 desa wisata.
“Pak bupati itu membebaskan supaya ada ide kreatif dari masing-masing OPD, tentu saja disesuaikan dengan tupoksinya,” katanya.
Lanjut Tony, ide kreatif dari masing-masing OPD tersebut tidak bisa diartikan bahwa tiap OPD nantinya harus mendampingi terciptanya desa wisata secara penuh. Sebab, pengelolaan desa wisata tetap menjadi tugas pokok dari Dinas Pariwisata Trenggalek.
Dalam upaya menciptakan desa wisata oleh tiap-tiap OPD, menurut Tony, Bupati Arifin menekankan tiga hal. Pertama, ASN harus memiliki semangat untuk melayani; kedua, punya semangat kolaborasi; dan ketiga, kinerjanya terukur. Supaya ketika OPD itu membuat inovasi di masing-masing desa wisata, diharapkan SDM-nya memiliki semangat. Misalkan produknya sudah jadi di salah satu desa, OPD itu harus menunjuk SDM yang bisa menjelaskan tentang konsep tersebut.
Contoh tentang desa wisata yang diampu oleh masing-masing OPD. Misalkan Dinas Pertanian, bisa mengampu desa wisata di bidang pertanian. Kemudian Dinas Perikanan mengampu desa wisata dalam dunia budi daya ikan, dan lain sebagainya.(VA)
