HEADLINESRIWIJAYA.COM
Bukittinggi — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Sosial, salurkan bantuan sosial sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) triwulan I tahun 2026. Bansos ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, di Aula Balaikota, Rabu 1 April 2026).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, negara menjamin keberlangsungan hidup warganya. Pemerintah tidak ingin ada masyarakat yang miskin dan terlantar. Untuk itu, negara hadir memperbaiki ekonomi warga, termasuk di Bukittinggi sendiri dengan berbagai program unggulan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semua hak hak masyarakat di Kota Bukittinggi dilindungi dan setara. Program penyaluran bansos ini, menjadi salah satu bukti nyata, hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Bantuan sembako ini diserahkan dalam bantuk uang tunai. Untuk itu, manfaatkanlah bantuan ini sebaik-baiknya, dalam memenuhi kebutuhan, jangan memenuhi keinginan. Sehingga apa yang jadi niat pemerintah dalam membantu masyarakat, terpenuhi hendaknya,” ujar Ibnu.
Ketua LKKS Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, mengungkapkan, pemerintah berkomitmen untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Penyerahan bansos ini, menjadi wujud nyata dari program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, dari segi sosial, pendidikan dan juga kesehatan.
“Bantuan ini tentu bervariasi tergantung komponennya. Jangan dibandingkan, karena kebutuhan masing-masing keluarga tentu berbeda beda dan juga telah melalui verifikasi dari PSM dan relawan sosial lainya. Yang perlu dipahami, bantuan ini juga memiliki batas waktu, jadi tidak seumu hidip menerima bantuan. Untuk itu, mari bersemangat untuk keluar dari DTSEN, sehingga jadi masyarakat mandiri dan hidup dengan kondisi ekonomi yang lebih baik,” ungkap Yesi.
Kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Roza Wahyuni, menjelaskan, bantuan sosial sembako dan PKH triwulan I tahun 2026 ini, diserahkan pada 394 warga yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan. Pasalnya, meskipun masuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), namun karena keterbatasan anggaran, belum bisa menerima bantuan.
“Jadi, hari ini semua penerima merupakan penerima baru, yang disalurkan melalui PT. Pos dan belum pernah menerima bantuan sebelumnya. Mereka juga belum memiliki rekening atau gagal membuat rekening pada tahun sebelumnya, sehingga penyaluran dilaksanakan melalui PT. Pos Indonesia,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Roza, hari ini diserahkan bantuan sembako dengan jumlah Rp 200.000 per bulan atau menerima Rp 600.000 per tiga bulan. Selain itu juga diserahkan bantuan PKH dengan jumlah bervariasi, tergantung komponen, mulai dari Rp 235.000,- hingga Rp 750.000,- per tiga bulan.
Dari data yang ada 394 penerima bansos ini, terdiri dari 192 KPM dari Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), 141 KPM dari Kecamatan Guguak Panjang dan 61 KPM dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB). Bantuan PKH dan sembako yang disalurkan kali ini, berjumlah Rp 281.550.000. (rdw/kmf)
