Secara Nasional Lansia di Bukittinggi masih rendah di vaksinasi covid 19.

Headline Sriwijaya Online,

 

Bukittinggi, -Pemda Bukittinggi melalaui Dinas Kesehatan Bukittinggi telah selesai melaksanakan vaksinasi covid 19 bagi toko publik dan Tenaga Kesehatan ,sedangkan bagi Lansia saat ini baru tercapai sekitar 2 persen lebih yang sudah di vaksin covid 19.

Hal itu disampaikan Plt.Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi Ismail Johar saat dihubungi media ini Kamis 13/05.saat ini vaksin baru diberikan Pemerintah bagi lansia dan angkanya masih rendah karena bersamaan juga dengan bulan Ramdhan kata Ismail Johar.

Dijelaskan,secara Nasional Bukittinggi angka vaksinasi bagi lansia masih rendah karena sosialisasi belum maksimal.

“Kenapa Lansia dipercepat pelaksanaan vaksinasinyakarena lansia memiliki resiko tiga kali lipat resiko tertular. Covid 19 dibandingkan dengan yang tidak lansia” ujar Ismail Johar.

lebih. Lanjut Plt.Dinas Kesehatan Bukittinggi Ismail Johar.vaksinasi bagi lansia di pusatkan di Rumah Sakit Otak Dr.M.Hatta karena RS ini memiliki fasilitas yang lengkap baik Dokter maupun prasarana.

“sebenarnya di Puskesmas vaksin bagi lansia bisa dilaksanakan tetapi lansia memiliki resiko yang tinggi ,maka Pemda menunjuk RS Otak Bukittinggi tempat vaksin” jelas Ismail Johar.

Sementara saat ini vaksin yang datang Sebanyak 2 ribu spes diperuntukkan bagi tenaga pendidik dan diperkirakan minggu kedua juni 2021 seluruh tenaga pendidik mulai dari Paud sampai Dosen sudah selesai.

“Setelaah selesai tenaga pendidik Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi akan memvaksiniasi masyarakat umum seperti pedagang dan sebagainya ” tambah ismail.

Untuk itu kepada masyarakat dihimbau untuk tidak ragu dan cemas di vaksinasi karena vaksin itu aman dan halal dan bagi yang telah divaksin memiliki kekebalan fisik mencapai 62 persen kata Ismail Johar menghimbau.

( Anasrul )