oleh

Palembang perketat wajib masker

Headlinesriwijaya.com,- Sejak   diberlakukannya edaran penggunaan masker mulai per 30 april kepada masyarakat, Pemerintah kota Palembang mulai bertindak tegas kepada warga yang tidak mentaati protokoler kesehatan dengan memberlakukan sistem karantina sehari semalam di Asrama Haji.
·
Adanya pemberlakuan sistem tersebut diharapakan kesadaran masyarakat untuk mentaati semua ketentuan yang sudah dibuat oleh Pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid 19 di kota Palembang.
·
Hal di atas dibenarkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat melakukan sosialisasi belanja online di pasar Kebun Semai, menurutnya sudah sewajarnya kita lakukan sistem tersebut karena ini menyangkut masalah kesehatan orang banyak dan jangan sampai bertambah lagi penyebarannya.
·
“Ini wajib kita taati karena sudah instruksi dari Walikota, jika tidak begitu penting jangan keluar rumah dan sebaliknya jika itu mendesak maka pakailah masker untuk menghindari penularan. Apabila mereka tidak mentaati maka ada tindak lanjut tegas dari petugas,”jelasnya usai melakukan sosialisasi belanja online kamis (30/4) di Pasar Kebun Semai.
·
Dilain hal ia juga menganjurkan kepada masyarakat untuk tidak ramai-ramai ke pasar karena Pemkot bersama Dinas terkait melakukan sistem belanja online di 18 pasar yang dikelolah olah Pemkot dan setiap pasar akan mengakomodir kepentingan warga di setiap kecamatan. Sistemnya bisa secara langsung memesan jenis kebutuhan yang dicari oleh semua masyarakat setempat dan akan diantar oleh kurir. Kita juga akan melakukan kerja sama bersama ojek online untuk mempermudah dalam pengiriman belanja mereka ke rumah.
·
“Mudah-mudahan dengan adanya belanja online kita bisa mengurangi kerumunan konsumen yang hendak melakukan belanja di pasar, kita harapkan masyarakat bisa mendukung kegiatan ini,” jelasnya.
·
Ditempat yang sama Plt Kepala BPPOM Dra. Arofah Nurfahmi menambahkan masih ada pedagang yang melakukan kecurangan dengan menggunakan zat kimia yang berbahaya seperti yang kita temukan mie, Kwetiau dan cumi-cumi.

 

Berita Pilihan