Muba Borong Penghargaan, Sekolah Adiwiyata Hingga Kampung Iklim

HEADLINESRIWIJAYA.COM.-

MUBA– Program Kampung Iklim (Proklim) yang digencarkan di Kabupaten Muba menuai hasil positif. Dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS), Rabu (19/7/2023) Kabupaten Muba berhasil memborong sejumlah penghargaan dari Gubernur Sumsel Herman Deru.

Diantaranya, meraih Trophy Nirwasita Tantra yang disematkan untuk Pj Bupati Apriyadi Mahmud, tujuh sekolah jenjang SD-SMP mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata, dan 4 Desa mendapatkan Trophy Kampung Iklim.

Foto: 4 desa raih penghargaan kampung iklim.(ist)

 

“Kabupaten Muba juga mendapatkan apresiasi sebagai pembina program kampung iklim dari pak Gubernur Herman Deru,” ungkap Pj Bupati Apriyadi Mahmud melalui Asisten II Pemkab Muba, Andi Wijaya Busro SH MHum.

Ia melanjutkan, SMP Negeri di Muba juga yakni SMP Negeri 3 Sungai Lilin meraih Adiwiyata Terbaik I se-Sumsel. “Capaian yg luar biasa ini diraih krn Pak Bupati Apriyadi yg peduli terhadap  upaya-upaya  pelestarian lingkungan, pertumbuhan hijau dan pembangunan berkelanjutan selama ini,” tuturnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dimana pada peringatan HLHS ke 50 yang fokus pada plastik.

Menurutnya tidak hanya Indonesia tapi di belahan dunia ini juga banyak sekali bermasalah dengan sampah plastik. Salah satu cara mengatasinya yakni menanamkan rasa  kepedulian pada kelestarian lingkungan dengan mendaur ulang atau pemanfaatkan kembali limbah plastik.

“Bagaimana cara agar sampah plastik ini tidak menjadi ancaman bagi kelestarian alam. Salah satunya dengan cara mendaur ulang,” paparnya.

Karena itu dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk peduli, kalangan orang tua harus memberikan contoh dengan menanamkan sejak dini kepada anak-anaknya dengan literasi yang benar terhadap penanganan limbah rumah tangga atau sampah.

“Kepedulian ini perlu ditanamkan sejak dini. Dilakukan terus menerus mulai dari dalam rumah tangga, sekolah dan lingkungan sekitar. Jika ini kita lakukan secara masif maka akan tertanam kesadaran begitu pentingnya kelestarian alam dari ancaman sampah berbahaya khususnya sampah plastik,” tambahnya. (ry)

Komentar