Headlinesriwijaya Online
MUSI RAWAS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mura melakukan rapat evaluasi kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan (PKK) se-Kabupaten Mura pada pemilihan serentak tahun 2020 lalu. Rapat evaluasi itu di ikuti 70 PPK yang berlangsung di Hotel Dewinda kota Lubuklinggau, Rabu (10/2/2021).

Ketua KPU Kabupaten Mura, Anasta Tias mengatakan pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Mura tahun 2020 lalu, tentu terdapat plus dan minusnya. Untuk itu diharapakan pendangan dan saran dari PPK yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. “Bahan masukan ini akan menjadi panduan kami dalam menyusun laporan ke KPU RI, sehingga bisa menjadi cermin dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa tahapan yang dilakukan pada Pilakada lalu, salah satunya mulai dari tahapan logistik. Dan tanpa logistik, Pilkada tidak akan bisa berjalan. Hanya saja, Pilkada 2020 dilaksanakan ditengah pandemi covid-19. Sehingga ada logistik APD (alat pelindung diri) yang harus didistribusikan ke PPK dan PPS.
“Sampai hari ini ada beberapa catatan yang harus dikomunikasi dalam pendistribusi logistik, khususnya terkait alat thermogun. Ada beberapa kecamatan yang thermogun tidak kembali ke KPU,” jelasnya.
Sementara itu Komisioner KPU Kabupaten Mura Divisi Sosialisasi dan SDM, Syarifudin menerangkan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Mura pada Pilkada 2020 mampu melampui target Nasional yang hanya 77,5 persen. Sedangkan capain sudah mencapai 77,78 persen.

“Hanya saja untuk partisipasi pemilih di Kecamatan ada yang melampui target yang ditetapkan KPU yakni 75 persen, ada yang tidak mencapai target,” terangnya.
Sedangkan untuk penyumbang partisipasi pemilih terbesar yakni di Kecamatan Selangit mencapai 88,96 persen. Dan yang terendah di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) hanya 70,32 persen.
Sementara itu untuk rata-rata partisipasi pemilih di 14 Kecamatan mencapai 77,71 persen dari jumlah DPT yang ditetapkan pada saat penetapan DPT. Dengan melihat capaian tersebut, jika dibanding pemilihan 2015 lalu, Kabupaten Mura menjadi penyumbang partisipasi pemilih terbesar di Provinsi Sumsel. Bahkan kenaikannya mencapai 14 persen dari pemilu 2015 lalu.(Endang)






